Breaking News

Makalah Penciptaan Kaki Menurut Sains Dan Al Quran



   Dewasa ini banyak para ilmuan yang membicarakan mengenai ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi, sama halnya dengan Al-Qur’an juga membicarakan perkembangan kehidupan manusia secara ilmiah. Allah SWT dengan kekuasaa-Nya bisa menciptakan makhluk cukup dengan cara “kun fayakun”. Namun sebagai pembelajaraan kepada manusia, Allah SWT menciptakan sesuatu juga dijelaskan proses-prosesnya. Di sini pula, manusia harus sadar bahwa segala sesuatu ada proses-proses perkembangannya, tidak asal jadi. [1]
    Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini. Di lain pihak, banyak ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut. Khususnya agama Islam yang meyakini bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam a.s. disusul Siti Hawa dan kemudian keturunan-keturunannya hingga menjadi banyak seperti sekarang ini. Hal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama.
     Untuk itu dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana proses penciptaan manusia serta anggota tubuh manusia khususnya kaki menurut Al-Qur’an dan Sains.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana penciptaan manusia menurut perspektif Al-Qur’an dan Sains ?
2. Untuk apakah tujuan penciptaan manusia ?
3. Bagaimanakah proses penciptaan tujuh anggota tubuh manusia ?
4. Apa tujuan penciptaan kaki menurut Sains dal Al-Quran ?

Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui bagaimana penciptaan manusia menurut perspektif Al-Qur’an dan Sains.
2. Untuk mengetahui untuk apakah tujuan penciptaan manusia .
3. Untuk mengetahui bagaimanakah proses penciptaan tujuh anggota tubuh manusia
4. Untuk mengetahui apa tujuan penciptaan kaki menurut Sains dal Al-Quran



PEMBAHASAN

A. Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur’an dan Sains
    Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Sebagaimana dalam firman-Nya QS.At-Tin ayat 4:
ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ’Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Manusia juga adalah makhluk yang paling mulia dibandingkan makhluk-makhluknya yang lain, “ Kepada masing-masing baik golongan ini maupun golongan itu kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Ttuhanmu tidak dapat dihalangi.” (Al-Isra: 20). [2]

   a. Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
    Di dalam Al Qur’an, dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya : "Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah" . (QS. As Sajdah : 7)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr : 26)

   b. Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
    Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawan jenisnya untuk dijadikan kawan hidup (istri).
     Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1: "Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..." (QS. An Nisaa’: 1)

   Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan : " Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)
Ayat-ayat diatas mengandung makna bahwa untuk manusia Allah menjadikan pasangannya dari jenis yang sama sehingga dapat terjadi rasa ketertarikan antara yang satu dengan yang lainnya untuk berkembang biak. [3]

   Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tidak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.

   c. Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
      Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis. Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dijelaskan secara terperinci melalui firman-Nya diatas, yaitu surat Al-Mu’minun ayat 12-14: ”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS.Al-Mu’minun 12-14).

    Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda: "Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam): rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim).

    Al-Ghazali mengungkapkan proses penciptaan manusia dalam teori pembentukan (taswiyah) sebagai suatu proses yang timbul di dalam materi yang membuatnya cocok untuk menerima ruh. Materi itu merupakan sari pati tanah liat nabi Adam a.s. yang merupakan cikal bakal bagi keturunannya. Cikal bakal atau sel benih (nuthfah ) ini yang semula adalah tanah liat setelah melewati berbagai proses akhirnya menjadi bentuk lain (khalq akhar) yaitu manusia dalam bentuk yang sempurna. Tanah liat berubah menjadi makanan (melalui tanaman dan hewan), makanan menjadi darah, kemudian menjadi sperma jantan dan indung telur. Kedua unsur ini bersatu dalam satu wadah yaitu rahim dengan transformasi panjang yang akhirnya menjadi tubuh harmonis ( jibillah) yang cocok untuk menerima ruh. Sampai di sini prosesnya murni bersifat materi sebagai warisan dari leluhurnya. Kemudian setiap manusia menerima ruhnya langsung dari Allah disaat embrio sudah siap dan cocok menerimanya. Maka dari pertemuan antara ruh dan badan, terbentuklah makhluk baru manusia.
     Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan "saripati berasal dari tanah" sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).
     Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu". Selain itu beliau juga mengatakan,      "Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). [4]
    Manusia terbentuk dari dua unsur diantaranya dari tanah dan dari tiupan luhur dari Allah SWT. Islam berpendapat bahwa bahan dasar kakek moyang manusia itu dari tanah, sementara bahan dasar kita ini adalah sperma yang hina. Hanya saja Allah SWT telah meniupkan roh-Nya. Di dalam diri kita, ada kehinaan dan ada pula kemuliaan. Tidak mungkin bisa dikatakan bahwa manusia itu hewan yang kotor. Bahkan, dia dimuliakan dengan tiupan Allah SWT.
    Allah SWT telah menciptakan kakek moyang kita dengan tangan-Nya. Allah SWT juga memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada-Nya. Hal yang lain adalah bahwa manusia lemah karena tercipta dari tanah yang dibasahi yang kemudian menjadi tanah liat, berbentuk, dan menjadi tanah liat yang kering. Tanah liat kering itu dibiarkan hingga mengering dan menjadi seperti tembikar. Seandainya tidak ada tiupan Allah SWT, tentu tembikar itu menjadi patung yang tak bernilai. [5]

B. Tujuan Penciptaan Manusia
    Penciptaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi yang jelas dan pasti. Ada tiga misi yang bersifat given yang diemban manusia, yaitu misi yang pertama untuk beribadah (QS. Adz-Dzariyat: 56), misi fungsional sebagai khalifah ( QS. Al-Baqarah: 30), dan misi operasional untuk memakmurkan bumi (QS. Hud: 61). [6]
    Secara harfiah, kata khalifah berarti wakil atau pengganti, dengan demikian misi utama manusia di muka bumi ini adalah sebagai wakil Allah SWT. Jika Allah adalah sang pencipta seluruh jagat raya ini maka manusia sebagai khalifah-Nya berkewajiban untuk memakmurkan jagat raya itu, utamanya bumi dan seluruh isinya, serta menjaganya dari kerusakan. Allah berfirman:

“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (Q.S Adz-zariyat. 56)

   Langit, bumi, dan seluruh isinya adalah suatu sistem yang bersatu di bawah naungan perintah Allah. Semua yang ada di dalam sistem ini diciptakan untuk kepentingan manusia, suatu anugerah yang selalu dibarengi dengan peringatan spiritual agar manusia tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain (QS.Al-Baqarah: 22). Dalam ayat ini ditegaskan bahwa Allah menawarkan tugas kekhalifahan di bumi, dan gunung. Tugas utama menjadi khalifah tentunya terkait dengan penggalan akhir ayat di atas. Ketika itu, baik langit, bumi, maupun gunung menolak tawaran itu karena khawatir tidak mampu memikulnya. Namun, manusia menyatakan sanggup untuk memikul tugas dan amanah itu. [7]
    Karena kesanggupan ini, Tuhan menetapkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab atas kelangsungan kehidupan di dunia. Naun alih-alih bersyukur, manusia malah menjadi makhluk yang paling banyak merusak keseimbangan alam. Manusia sengaja ataupun tidak merusak ekosistem bumi dengan merubah keseimbangan keteraturan alam ciptaan Allah ini, hingga murka alam seperti kebakaran hutan dan banjir pun tak terhindarkan.
     Peruntukan bumi bagi manusia mengandung arti bahwa bumi ini tidak hanya disediakan untuk satu generasi belaka, melainkan untuk semua generasi yang ada di bumi. Meskipun manusia sering berlaku tidak adil terhadap alam, tetapi Allah selalu membimbing manusia bertanggungjawab terhadap alam. Kecuali itu, Allah juga memberi wewenang manusia untuk mengatur bumi ini. Tuhan telah meninggikan derajat manusia diatas ciptaan-Nya yang lain. Manusia dianugerahi akal oleh Allah yang mana fungsinya yaitu untuk berfikir. Manusia sangat mempunyai istimewa dihadapan Allah. Dari pernyataan tersebut, maka manusialah mempunyai peranan penting dan bertanggung jawab tentang alam semesta ini. Sebagaimana firman Allah SWT:
   
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." [8] (Q.S Al-Baqarah.30)



    Semua bentuk pemujaan kepada Allah diadakan untuk membantu manusia dalam mengingat Tuhan. Tetapi banyak manusia yang diberi rizki dari Allah, tetapi mereka tidak bersyukur, justru malah melupakan-Nya. Dalam Islam, setiap gerak manusia dapat dinilai sebagai bentuk penyembahan kepada Allah SWT. [9]
     Dalam rangka ikhtiar memakmurkan bumi manusia telah diberi modal dasar yang telah melekat pada diri manusia di awal penciptaan nya.Yakni berupa akal dan pikiran.Maka dengan ada nya akal dan pikiran maka manusia dapat melakukan penelitian dan mencari pengetahuan bagaimana mengelola semua amanah yang di berikan Allah SWT.
     Memelihara di sini tidak hanya secara fisik saja. Tetapi segala yang ada di alam harus di pelihara karena manusia sejatinya bergantung pada alam atau mahluk lain.Termasuk juga dalam memelihara akidah dan akhlak manusia itu sendiri sebagai sumber daya manusia yang akan memanfaatkan alam, dan merupakan tugas manusia menciptakan keseimbangan alam ini. Karena dunia ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. [10]

C. Penciptaan Tujuh Anggota Tubuh Manusia
     Tujuh anggota tubuh manusia yang di maksud disini adalah anggota sujud yaitu: dua belah tangan, dua kaki, dua lutut dan satu muka. Dan ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa 7 angota tubuh manusia itu adalah: otak, urat, urat syaraf, tulang belulang, daging, darah dan kulit. Selanjutnya dalam Firmaan yang berkenaan dengan kejadian atau perkembangan manusia yang Artinya:  

"Sesungguhnya (kejadian/penciptaan) kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)." (QS.AL Insiqaq: 19) 

     Ada ahli isyarat berkata: Allah telah menciptakan manusia di atas tujuh anggota badan, dan ALLAH menciptakan padanya apa-apa yang ia ciptakan di langit dan di bumi. Jadi diri manusia yang lahir dan yang batin adalah suatu alam, langit dan bumi pun suatu alam, diri manusia itu merupakan alam besar, sedangkan langit dan bumi adalah merupakan alam kecil. Ketika Allah menciptakan alam semesta, maka Ia (Allah) membagi-bagikan kebaikan di atas pada ciptaan-NYA itu, masing-masing mendapat satu bagian. kehalusan itu diberikan oleh Allah kepada surga, keelokan diberikan nya kepada bidadari; Adhdhiyaa' (sinar) diberikan-Nya kepada matahari. Dan An-Nur (Cahaya) itu diberikan kepada bulan. 
       Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam AL-Qur'an yang artinya :
        "Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bukan bercahaya...." ( QS.Yunus:5) 

    Allah memberikan kegelapan kepada malam; Kelembutan diberikan kepada Air dan Kehalusan diberikan kepada Udara. Allah telah meghiasi langit dan bumi sebagai alam kecil dengan bagian-bagian tersebut. Sedangkan Adam dan Hawa sebagai alam besar juga dihiasi oleh Allah dengan bagian-bagian itu. Allah memberikan kehalusan pada rohnya Keelokan pada pipi nya, Sinar pada mukanya, Cahaya pada matanya, Kegelapan pada rambutnya, Kelembutan pada hatinya dan Kehalusan pada sanubarinya. Manusia adalah ciptaan Allah yang palik kokoh dan unik, yang terkumpul pada dirinya dari semua apa yang terpisah-pisah. Jika langit mempunyai ketinggian, maka manusia pun juga mempunyai tubuh yang tegak. Jika di angkasa ada matahri dan bulan, maka pada diri manusia pun ada dua biji mata. Jika di angkasa ada bintan-bintang, maka pada diri manusia ada gigi-gigi. Jika langit mempunyai "qothroh" (tetesan air) maka pada manusia ada "abroh" (air mata). Jika di langit terdapat suara petir, maka diri manusia ada suara bersin. Jika di bumi ada kesetabilan, maka pada diri manusia ada ketenangan dan kehebatan. Jika di bumi ada sungai-sungai, maka pada diri manusia ada urat-urat, sedangkan rambut sebagai ganti dari rumput-rumput.
(sebuah bahan kajian/renung): jika di langit ada "Arsy, maka seorang mukmin itu lebih besar daripada nya. dan jika di langit ada Syurga maka seorang mukmin mempunyai hati lebih baik daripadanya, penjaga Syurga adalah Ridwan sedangkan penjaga hati seorang mukmin adalah Arrohman. “Telah di riwayatkan bahwa salah seorang Nabi bermunajat kepada Tuhannya. Dia berdo'a: 

  Ya Tuhan ku,setiap Raja itu mempunyai perbendaharaan, maka apakah perbendaharaan-Mu ? Maka Allah Berfirman: Aku mempunyai perbendaharaan yang lebih besar dari 'Arsy, lebih luas dari kursi, lebih baik dari syurga dan lebih indah dari Keraajaan yang amat besar. Hati seorang mukmin,bumi nya ma'rifah , Langit nya iman, Matahari nya Rindu, Bulan nya Cinta, Bintang nya Buah fikiran, Tanah nya Kemauan, Dinding nya Keyakinan, Awan nya akal, Hujan nya Rahmat, Pohon nya Taat, Buah nya Hikmat. Dan ia mempunyai 4 tiang , ada tiang yang bernama Tawakal, Sabar,Yakin dan Kemuliaan. Dan ia mempunyai 4 pintu . yakni pintu Ilmu,Santun, Ridho dan Sabar. dan di atas semua nya itu adalah fikiran, dan itulah hati .

    (Bahan renungan/kajian lainya) Allah telah menciptakan pada Alam ini 7 Lapis langit, dan Ia juga menciptakan pada diri manusia 7 Anggota badan. dan Allah telah menciptakan pada Alam semesta ini bintang-bintang, dan pada diri manusia ALLAH menciptakan Kutu, Kutu Anjing dan Telur Kutu. Dan ia menciptakan di Alam Semesta Matahari, maka Ia pun menciptakan yang serupa pada hati Manusia yaitu: Ma'rifah. di alam semesta ada bulan , maka Allah menciptakan yang serupa dengan itu yaitu akal. Dan di Alam semesta ada burung-burung, Maka pada diri Manusia ada Buah Fikiran. Di Alam semesta ada Gunung-Gunung, maka diri Manusia pun ada Tulang-belulang. Di Alam Semesta ada 4 Air, Air Tawar, Air Pahit, Air asin dan Busuk, maka pada diri Manusia pun Ada 4 macam Air pula Yaitu Air Tawar di Mulut , Air Pahit di Telinga Air Asin di Mata dan Air Busuk di Hidung. dalam hal ini Allah Telah Berfirman yang Artinya:

Dan pada diri kamu,tidak lah kamu memikirkan nya" (QS. adz Dzaariyaat:21) 

      Ketahui lah Wahai Manusia ! Bahwa Aku yang telah menciptakan kamu, dan membentukmu atas 7 anggota badan, atas tujuh puluh sendi, seratus empat puluh delapan tulang, tigaratus enam puluh urat,dan seratus dua puluh empat ribu akar rambut., di beri nya dua tangan , dua kaki, dua mata, dua telinga, dan lain - lain anggota badan. Sedangkan Kehidupan ini semua nya hanyalah dengan satu tuah.
    Demikian pula halnya dengan kejadian/penciptaan 'Arsy, Al Kursi, Syurga, Neraka, Lauh MahFuzh, Qolam, Langit, Bumi, Sungai, Laut , Para nabi, Para Malaikat, Jin, Manusia. Semuanya itu penciptanya hanyalah satu yaitu: Allah Yang Maha Esa, dan Maha Berkuasa.

D. Tujuan Penciptaan Kaki Menurut Sains Dan Al-quran
    “Kaki merupakan salah satu anggota tubuh hewan atau manusia yang digunakan untuk berjalan. Kaki terdiri dari beberapa bagian, termasuk telapak kaki, sendi yang bekerja dalam suatu sistem terpadu sehingga memungkinkan bagi inang untuk berjalan.”
   “ka·ki n anggota badan yg menopang tubuh dan dipakai untuk berjalan (dr pangkal paha ke bawah);”
Kaki merupakan anggota tubuh yang kegunaannya untuk mengantar tubuh atau anggota tubuh lainnya kepada tempat yang dituju untuk melakukan aktivitas sesuai dengan fungsi masing-masing. Rangkaian jari-jari kaki sebagai penyeimbang beban supaya bertumpu pada satu titik untuk memperoleh kestabilan gerak sangat berperan aktiv membantu tulang betis dan paha untuk dapat menjalankan fungsi tersebut.


PENUTUP
A. Kesimpulan
     Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari uraian-uraian di atas adalah:
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ada banyak proses kejadian manusia mulai dari diciptakannya Nabi Adam, Siti Hawa, hingga keturunan Adam dan Hawa yaitu manusia sekarang. Dalam Al-Qur’an, banyak menyebutkan proses kejadian manusia salah satunya QS. Al-Mu’minun ayat 14. Bahwa manusia diciptakan dari nuthfah (setetes air mani), kemudian air mani itu menjadi segumpal darah, lalu segumpal darah itu menjadi segumpal daging, dan segumpal daging itu menjadi tulang belulang, lalu tulang belulang itu dibungkus dengan daging. Kemudian Allah menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain yaitu manusia yang sempurna.
      Tujuan penciptaan kaki adalah untuk mengantar tubuh kepada tempat yang dituju
       Dan sebagai pelengkap keindahan tubuh yang digunakan untuk menopang tubuk dan berjalan.
Pergunakanlah kaki untuk berjalan kearah kebaikan. Karena semua itu akan diminta pertanggung jawabannya kelak. Sebagaimana firman AllahTa`ala:

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Q.S An-Nur. 24)

“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S An-Nur. 45)

B. Penutup
    Demikian makalah yang telah kami susun. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca. Amin.


[1] Tim Baitul Kilmah, Ensiklopedia Pengetahuan Al-Qur’an dan Hadis Jilid 4, (Jakarta : Kamil Pustaka, 2013), hal. 190
[2] Tim Baitul Kilmah, Ensiklopedia Pengetahuan Al-Qur’an dan Hadis Jilid 4, (Jakarta:Kamil Pustaka, 2013), hlm. 192.
[3] Daniel Djuned, Antropologi al-Qur’an (Jakarta: Erlangga, 2011), hal. 122-123
[4] M. Quraish, Sihab, Tafsir Al-Mishbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran Vol 10, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hal.
[5] Hisham Thalbah, Ensiklopedia Mukjizal Al-Qur’an Dan Hadits, (Bekasi: Sapta Sentosa, 2008), hlm. 35.
[6] Kementerian Agama RI, Penciptaan Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains, (Jakarta: PT. Sinergi Pustaka Indonesia, 2012), hlm. 2
[7] Ibid ., hlm. 120-121
[8] Ibid ., hlm. 122
[9] Ibid , hlm. 3- 4
[10] Lajnah Pentasihan Mushaf al-Quran Kementerian Agama, Pelestarian Lingkungan Hidup, (Jakarta: Aku Bisa, 2012), hlm.9-10

No comments