Breaking News

Makalah Tentang Kapal Sebagai Tranportasi Laut Menurut Al Quran Dan Hadist




   Transportasi begitu penting peranannya agar manusia bisa pergi ke tempat tujuannya atau membawa barang-barang untuk diperdagangkan dan begitu juga saat ini. Sifat manusia yang tidak pernah puas dan kebutuhan akan peningkatan kualitas transportasi membuat manusia berusaha untuk mengembangkan teknologi transportasi. Kebutuhan akan perpindahan dan distribusi barang yang semakin sempurna membuat transportasi menjadi hal yang harus selalu dibenahi. Tanpa alat transportasi, suplai barang-barang kebutuhanakan terhambat yang pastinya dapat mengakibatkan kelaparan masal. Jika tidak ada angkutan,orang tidak dapat berpindah ke tempat lain sehingga dia tidak dapat bekerja di tempatnya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan transportasi selalu berkembang seiring dengan waktu.
    Adapun salah satu alat transportasi yang kita tahu adalah kapal. Kapal merupakan tranportasi yang memiliki jalur terbesar di dunia, yaitu air (laut). Karena 2/3 bagian bumi adalah laut. Akan tetapi sangat disayangkan bagi kita banyak yang kita mengetahui apa itu kapal laut dan asal mula kapal laut.
Oleh karena itu penulis mencoba menguraikan sedikit tentang kapal sebagai transportasi laut dalam Al Quran dan Hadist.

 Rumusan Masalah
   Adapun yang menjadi rumusan maslah adalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian kapal ?
2. Bagaimanakah Al Quran menjelaskan kapal sebagai tranportasi laut ?
3. Apa hikmah di balik pembuatan kapal ?

   Tujuan Penulisan
   Berdasarkan rumusan masalah, adapun yang menjadi tujuan penulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian kapal.
2. Untuk mengetahui bagaimana al Quran menjelaskan kapal sebagai tranportasi laut.
3. Untuk mengetahui hikmah di balik pembuatan kapal.












GAMBARAN UMUM TENTANG KAPAL

A. Pengertian Kapal
    Kapal merupakan salah satu sarana transportasi laut yang digunakan sebagai tempat tumpangan orang dan barang. Dalam Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI) didefinisikan kapal sebagai kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dsb). Sedangkan di dalam Undang-undang tentang pelayaran, kapal didefinisikan kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan dibawah permukaan air dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah.
    Kapal biasanya memiliki ukuran yang cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti sekoci. Sedangkan dalam istilah Inggris , kata kapal ini dipisahkan antara “ ship ” sebagai kapal yang besar dan boat sebagai kapal yang lebih kecil. Secara kebiasaannya kapal dapat membawa perahu tetapi perahu tidak dapat membawa kapal. Ukuran sebenarnya dimana sebuah perahu disebut kapal selalu ditetapkan oleh undang-undang dan peraturan atau kebiasaan setempat. [1]

B. Jenis-Jenis Kapal
    Sebagai alat transportasi, ada beberapa jenis kapal. Di antaranya yaitu :
1. Kapal Perang
   Kapal jenis ini digunakan untuk keperluan militer,baik untuk patroli perairan maupun logistic atau pengangkutan pasuka,jadi pada umumnya kapal perang tidak dilengkapi crane-crane untuk bongkar muat,tetapi dilengkapi dengan persenjataan dan gudang amunisi.

2. Kapal Niaga
   Adalah suatu kapal yang digunakan untuk mengangkut barang-barang antar pulau (intern sulair), antar Negara (ocean going).maka kapal niaga dilengkapi dengan ruang muat (palka) crane-crane untuk keperluan bongkar muat barang.

3. Kapal Tunda ( Tug Boat )
   Jenis kapal ini tidak dilengkapi ruang muat (palka) maupun crane (Dereck) karena kapal jenis ini yang dimanfaatkan hanya tenaganya saja,biasa digunakan untuk menarik ponton (tongkang),maupun untuk membantu pandu dalam penyandaran kapal besar di pelabuhan biasa disebut harbour tug.

4. Kapal Supply
   Kapal jenis ini biasa digunakan untuk keperluan pengeboran minyak lepas pantai (off shore) untuk angkutan logistic di anjungan minyak,maupun keperluan pekerjaan bawah laut.kapal jenis ini juga tidak dilengapi ruang muat (palka).

5. Kapal Survey
   Biasa digunakan untuk keperluan survey di laut, untuk menyelidiki atau mencari kandungan minyak bumi,pemasangan pipa bawah laut,kabel laut,maupun pemetaan.jadi kapal ini juga tidak dilengkapi ruang muat,tapi di lengkapi alat-alat survey.

6. Kapal Pandu
    Kapal pandu adalah kapal yang memandu kapal besar masuk ke dalam pelabuhan melalui alur yang berbahaya dan ramai sampai sandar di dermaga. Ini merupakan salah satu jabatan tertua yang sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pelayaran. [2]


C. Sejarah Pembuatan Kapal
   Seperti kita ketahui bahwa bumi yang kita pijak ini merupakan dua pertiga yaitu lautan, Pada zaman dahulu berbagai cara yang dilakukan untuk menyebrang dan singgah ke ke pulau atau dunia salah satunya dengan perahu.
    Perahu mulai tercipta pada masa neolitikum sekitar 1000 tahun yang lalu. Perjalanan manusia untuk menuju suatu tempat pada awalnya menggunakan kayu yang saling dirapatkan, kemudian diikat kuat dengan posisi kayu (bambu) yang sama. Biasanya perahu itu sering disebut dengan rakit.
   Dalam perkembangan selanjutnya, manusia mulai berpikir, untuk membuat perahu yang lebih ringan tanpa menghabiskan banyak kayu, mereka berpikir dengan menggunakan batang pohon yang lebih besar, kemudian melubangi bagian kayu untuk penumpang akhirnya tercipta perahu yang disebut sampan. Keberhasilan ini memacu mereka untuk lebih kreatif lagi agar perahu yang dinaiki dapat menampung banyak orang.
    Terbentuknya suatu ide ini merupakan awal dari pembuatan alat transportasi yang lebih besar lagi. Transportasi yang diharapkan bisa menampung banyak barang dan penumpang. Sehinga barang bawaan baik itu berupa peralatan dapur dan non dapur bisa diangkut dengan sedemikian mungkin. Dalam perkembangan selanjutnya manusia terinpirasi dari berbagai pengalaman baik itu mengarungi samudra ataupun laut lepas .Misalnya pengalaman untuk menepis ombak.
    Sejalan dengan perkembangan pada saat itu manusia hanya menggunakan angin sebagai pengerak energi dengan menggunakan layar dikapal. kemudian didesain sedemikian mungkin untuk menerima tiupan angin sehinnga menghasilkan daya dorong terhadap kapal.
   Terciptanya kapal layar untuk manusia tidak puas sampai disitu dalam mengarungi samudra, Manusia pun menciptakan kapal yang lebih besar daya tampung barang dan penumpang banyak sehingga manusia menciptakan kapal yang digerakan oleh manusia dengan menggunakan mesin uap, manusia tidak bertumpu lagi pada angin melainkan mesin uap. [3]

D. Manfaat Kapal Sebagai Transportasi Laut
    Menurut Utomo, kapal sebagai transportasi laut memiliki manfaat yang sangat besar bagi manusia. Manfaat tersebut terbagi kepada 3 manfaat, yaitu :
1. Manfaat Ekonomi
  Kegiatan ekonomi bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah salah satu jenis kegiatan yang menyangkut peningkatan kebutuhan manusia dengan mengubah letak geografis barang dan orang sehingga akan menimbulkan adanya transaksi.

2. Manfaat Sosial
   Transportasi menyediakan berbagai kemudahan, di antaranya : pelayanan untuk perorangan atau kelompok, pertukaran atau penyampaian informasi, perjalanan untuk bersantai, memendekkan jarak, dan memencarkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah yang lain.

3. Manfaat Politis
   Transportasi menciptakan persatuan, pelayanan lebih luas, keamanan negara, mengatasi bencana, dan lain sebagainya. [4]


KAPAL DALAM AL QURAN DAN HADIST
A. Kapal Laut dalam Al Quran
    Kapal merupakan alat transportasi laut yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Orang yang membuat kapal ini merupakan salah seorang yang terbilang cerdas. Karena jarang sekali orang yang berpikir untuk membuat hal semacam itu. Namun, pada dasarnya kecerdasan manusia itu berasal dari Allah. Termasuk dalam hal pembuatan alat transportasi ini.
    Di dalam al-Qur’an, Allah telah menjelaskan mengenai kapal tersebut. Firman Allah SWT dalam surat Asy Syura ayat 32 :

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung,”

   Ayat tersebut menjelaskan bahwa kapal yang sering kita lihat di laut merupakan tanda kebesaran Allah. Orang yang membuat kapal itupun merupakan orang yang di anugerahi ilmu oleh Allah. Maka, kita tidak boleh sombong apabila telah berhasil menciptakan sesuatu. Karena pada dasarnya itu merupakan anugerah dari Allah.
   Allah SWT berfirman dalam surat al Baqarah ayat 164 :

Artinya : “Kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia,”

   Dalam ayat itu menjelaskan bahwa Allah menciptakan sesuatu tidak cuma-cuma. Maksudnya, setiap apa yang Allah ciptakan pasti memiliki manfaat tersendiri. Salah satunya dengan kapal ini. Kapal sangat bermanfaat sekali bagi manusia. Dengan adanya kapal, manusia akan mendapatkan keringanan dalam bepergian yang melintasi lautan dari suatu daerah ke daerah lain.
   Masih ingatkah kalian tentang kisah nabi Nuh? Ya, dari kisah nabi Nuh inilah kita dapat mengetahui secara pasti dan jelas mengenai kapal. Allah memerintahkan nabi Nuh untuk membuat kapal. Sehingga nabi Nuh pun membuatnya.
   Nabi Nuh membuat kapal, tidaklah dibuat oleh kemampuannya sendiri. Ini semua karena adanya Allah yang menggerakkan dan memberikan ilmu kepada nabi Nuh. Sehingga kapal tersebut dapat terselesaikan. Jadi, dapat kita ketahui bahwa Allah sudah menjelaskan mengenai kapal yang berlayar di laut. Melalui kitab suci umat Islamlah, Allah menjelaskannya secara jelas dan terbukti kebenarannya. [5]

B. Nabi Nuh As Pembuat Kapal Pertama di Dunia
   Nabi Nuh A.s adalah Nabi ketiga dari urutan 25 Nabi dan Rasul yang wajib dikenal. Nabi Nuh merupakan Rasul pertama yang diutus ke muka bumi untuk meluruskan kembali keyakinan dan akidah umatnya yang telah banyak menyimpang dari ajaran Nabi sebelum beliau. Mereka menyembah berhala dan tenggelam dalam kesesatan dan kekafiran.
   Nabi Nuh A.s tidak henti-hentinya menyerukan kaumnya agar beriman dan menyembah hanya kepada Allah, namun kaumnya tetap saja melawan dan mendustakannya bahkan menantang Allah agar mendatangkan azab, jika ia benar.
   Zaman terus berlalu dalam rentang waktu yang cukup panjang, sementara perseteruan dan perdebatan antara Nuh A.s dan kaumnya pun terus berlangsung, selama hampir seribu tahun lamanya Nabi Nuh A.s hidup di tengah-tengah kaumnya, menyerukan mereka agar beriman dan menyembah kepada Allah SWT. Sekalipun Nuh menyerukan kaumnya dalam waktu yang sangat lama dan panjang, tetapi tidak ada yang beriman kepada Nuh A.s, kecuali hanya sedikit sekali dari mereka, setiap pergantian generasi berlangsung, mereka senantiasa berpesan kepada generasi baru itu agar tidak beriman kepada Nabi Nuh A.s, supaya melawan dan melanggarnya. Setiap orang tua pada saat itu, ketika melihat anaknya tumbuh dewasa, maka akan segera menasehati anaknya tersebut supaya tidak beriman kepada Nuh untuk selamanya, selama hidupnya. Sudah menjadi watak dan karakter mereka yang selalu menolak ke imanan dan enggan mengikuti kebenaran. Oleh karena itu Allah SWT berfirman dalam surat Nuh ayat 27 :

Artinya : “Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat ma'siat lagi sangat kafir.”

    Kemudian Allah memerintahkan kepada Nuh agar membuat bahtera (perahu), maka Nabi Nuh A.s membuat perahu besar dari kayu yang pohonnya telah di tanamnya seratus tahun yang lalu. Beliau membuat perahu atas petunjuk, arahan, dan dalam pengawasan Allah SWT.
   Menurut Ibnu Abbas panjang perahu itu seribu dua ratus hasta, sedangkan tinggi kapal tersebut adalah tiga puluh hasta, bertingkat tiga lantai, tinggi masing-masing tingkat sepuluh hasta. Lantai dasar untuk binatang-bintang, lantai tengah untuk tempat manusia, sedangkan lantai ketiga untuk burung-burung. Pintunya terdapat di bagian samping, dan memiliki penutup pada bagian atas dari setiap lantai.
    Setelah pembuatan kapal itu usai, tiba saatnya perintah dan azab Allah, Nuh di perintahkan untuk mengangkut binatang dan semua makhluk hidup, masing-masing sepasang-sepasang, serta membawa pula makanan yang bernyawa dan yang tidak bernyawa, kedalam kapal, sebagai bekal untuk kelangsungan hidup, beliau juga di perintahkan supaya mengajak keluarganya, kecuali orang-orang yang telah lebih dahulu di tetapkan akan di azab di antara mereka.
    Ketika Nabi Nuh as telah siap dengan keluarga beserta umatnya dan binatang-binatang, turunlah hujan yang sangat dahsyat. Angin taufan berhembus dengan sangat kencang. Air bukan hanya turun dari langit, tetapi juga keluar dari tanah. Semua umat nabi Nuh as yang durhaka diazab dan ditenggelamkan dalam banjir tersebut. Dunia pada saat itu semuanya tenggelam. Yang selamat hanyalah umatnya yang patuh dan binatang yang berada dalam kapal Nabi Nuh as.
    Yang perlu kita ketahui dari cerita tersebut adalah bahwa Nabi Nuh as lah yang pertama kali membuat kapal sebagai sarana tranportasi air untuk mengangkut umatnya dan binatang. Sungguh asal mula pembuatan kapal terinspirasi dari kisah Nuh as., yang kini terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. [6]

C. Perumpamaan Kapal Bagi Orang Yang Berbuat Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Hadist
   Selain itu, kapal juga diungkapkan di dalam hadist Rasulullah SAW. Akan tetapi penulis tidak menemukan tentang kapal sebagai transportasi laut. Namun Rasulullah SAW mengumpamakan orang yang melaksanakan perintah Allah dan yang melanggar seperti dalam sebuah kapal. Berikutnya hadist tersebut :

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنْ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا - رواه البخاري والترمذي وأحمد
Artinya : Dari Nu'man bin Basyir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang yang melaksanakan perintah Allah dengan orang yang melanggarnya adalah seperti satu kaum yang berbagi tempat di sebuah kapal. Sebagian orang mendapat tempat di bagian atas, sedangkan sebagian yang lain mendapat tempat di lambung kapal. Orang-orang yang berada di lambung kapal, jika ingin mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atas. Mereka berkata, 'Sebaiknya kita lubangi saja lambung kapal ini (untuk mengambil air) agar tidak mengganggu orang-orang yang berada di atas.' Jika keinginan mereka itu tidak dicegah, mereka semua akan binasa. Sebaliknya jika dicegah mereka semua akan selamat.” (HR. Bukhari, Turmudzi & Ahmad) [7]

    Hadis di atas menunjukkan bahwa Nabi s.a.w. membuat perumpamaan tugas amar ma’aruf nahi munkar dengan kapal yang dijadikan sasaran penumpangnya karena ingin mendapatkan air. Akibatnya, kapal akan tenggelam sekiranya dibiarkan orang yang di bawah melubangi lubang. Baginda Nabi S.A.W. mengajarkan kita bahwa haram hukumnya bagi orang ramai yang hanya berdiam diri saja apabila melihat tindakan sembarang manusia yang hendak melubangi kapal masyarakat yang dinaiki oleh umat Islam, karena perbuatan itu akan membinasakan kapal itu berserta penumpang-penumpangnya. Tidak terkira siapa pun yang melubangi kapal itu baik ia nakhoda atau awak kapal dan penumpang. Bayangkan kalau nakhoda (pemerintah) sendiri yang melubangi kapal itu, seolah-olah ia ingin mengorbankan seluruh orang Islam dan kerajaan mereka untuk memelihara kepentingan seorang zalim yang bersenda-senda dengan hukum. Karena perlu kita ketahui bahwa kapal itu ibarat sebuah negara. Jika pemimpin kapal tersebut zalim, maka penumpangnya pun pasti akan terzalimi. Namun jika pemimpinnya bisa mengendalikan kapal tersebut tanpa harus mengorbankan penumpangnya, maka selamatlah kapal atau negara beserta penumpang ataupun rakyatnya.

D. Hikmah Di Balik Pembuatan Kapal
    Allah SWT memberikan akal kepada kita untuk berfikir pada penciptaan Nya. Salah satunya adalah Allah memberikan akal kepada kita supaya berfikir dalam penciptaan kapal. Allah memberikan pengetahuan kepada Nuh as dalam membuat kapal. Dari situlah kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kapal tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Qamar ayat 15 :

Artinya : “Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ?.”

   Orang-orang yang berfikir pasti ia tahu bahwa apa tujuan kapal tersebut. Yang pastinya kapal tersebut adalah sebagai alat transportasi yang digunakan oleh manusia untuk menuju ke tempat tujuannya beserta barang-barang yang ada padanya.
   Namun selain sebagai alat tranportasi, oleh orang yang mengambil pelajaran dari kapal, mereka menjadikan kapal tersebut sebagai filosofi yang bisa menjadi motivasi bagi seseorang untuk menggapai kehidupan yang bermakna. Fuad Sam di dalam bukunya mengibaratkan bahwa :
    Kehidupan manusia ibarat sebuah kapal, jika di dalam pelayaran hidupnya terlalu banyak dan terlalu berat dimuat dengan keinginan (nafsu) materi dan sifat sombong, maka perahu kehidupan ini sangat mudah kandas dan tenggelam tengah perjalanan. Jika ingin mencapai tepian kehidupan di seberang sana dengan lancar, maka wajib untuk segera mengurangi muatan yang berat itu, dan di hanya mengambil batas terendah materi yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup, dan dengan tegas melepaskan ketamakan serta nafsu keinginan dalam hati manusia yang berlebihan. [8]



PENUTUP


A. Kesimpulan
    Setelah panjang lebar membahas tentang kapal, adapun yang menjadi kesimpulan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Kapal adalah transportasi air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan dibawah permukaan air yang memiliki fungsi tertentu.

2. Kapal ada bermacam-macam di antaranya : kapal niaga, kapal siaga, kapal supply, kapal pandu, kapal penumpang, kapal barang dan lain sebagainya.

3. Seiring perkembangan zaman kapal terus berubah dan semakin canggih sesuai dengan kebutuhan manusia.

4. Allah memberikan petunjuk kepada manusia bahwa kapal adalah tranportasi air yang dilayarkan di laut.

5. Asal mula pembuatan kapal di atas permukaan bumi adalah pada masa nabi Nuh As yang mengangkut umatnya yang taat dan binatang berpasang-berpasang sebagai cikal bakal kehidupan manusia yang kedua setelah bumi di tenggelamkan.

6. Selain sebagai transportasi kapal juga bisa dijadikan filosofi kehidupan untuk menggapai hidup yang lebih bermakna.

B. Saran
   Penulis mengharapkan kepada pembaca untuk selalu mau menggunakan akalnya dalam melihat segala ciptaan Allah. Dari pemikiran akan ciptaan Nya tersebut akan menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Karena tidak sesuatu pun yang diciptakan oleh Allah itu yang sia-sia. Selanjutnya penulis mengharapkan kepada pembaca untuk tidak terlalu berpedoman pada makalah yang telah kami susun. Penulis memohon maaf dan mengharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


[1] Nuri Mentari Dini, Eksiklopedia Transportasi Dunia, (Jakarta : Cikal Aksara, 2011) hal. 25
[2] Sri Pudjiastuti, Haryo Tamtomo, et.al, IPS Terpadu 1B Untuk SMP Dan MTS Kelas Vii Semester 2 (Jakarta : Erlangga, 2006) hal. 118-119
[3] Nuri Mentari Dini, op.cit., hal 26-27
[4] Humam Santosa Utomo, Manajemen Transportasi, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1996) hal. 183
[5] Bambang Pranggono, Percikan Sains Dalam Al Quran, (Bandung : Ide Islami, 2006) hal. 58
[6] Saridah Hamid, Bahtera Nabi Nuh Dan Kisah-Kisah Lain, (Selangor : Pustaka Hikmah, 2007) hal. 18-19
[7] Fuad Asy Syalhub, Guruku Muhammad SAW, (Jakarta : Gema Insani Press, 2006) hal. 121
[8] Fuad Sam, Norazizah Abdul Rahman, et.al., 70 Motivasi Kehidupan, (Selangor : Grup Buku Karangkraf, 1985) hal. 189

No comments