Breaking News

Makalah Kacang Panjang Bagi Manusia Dalam Ilmu Kesehatan




Kacang panjang merupakan jenis sayuran yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur. Tanaman kacang panjang memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, yaitu protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin B dan C. Kandungan protein nabati pada sayur kacang panjang berkisar 17-21%. Ada 2 varietas kacang panjang yang sudah banyak dibudidayakan dengan produksi cukup tinggi, yaitu Putih Super dan Super Sainan dengan potensi hasil 7 sampai 9 ton/hektar (pada musim kemarau) dan 6 sampai 7 ton/hektar (pada musim hujan).

Di daerah tertentu, banyak dijumpai di daerah pedesaan yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Di daerah tersebut, pada musim penghujan, warga yang bermata pencaharian sebagai petani berlomba-lomba menanam kacang panjang di samping menanam padi untuk mendapatkan hasil dan keuntungan yang berlimpah. Warga mengatakan bahwa harga penjualan tanaman kacang panjang tidaklah menentu, ada kalanya naik dan ada kalanya juga turun. Sebagaian masyarakat beranggapan bahwa menanam kacang panjang itu mudah tapi juga adakalanya sangat susah cara pemeliharaannya ketika hama dan penyakit mulai menyerang tanaman tersebut.

Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang khasiat kacang panjang dalam ilmu kesehatan. Semoga bermanfaat....

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian tanaman kacang panjang ?
2. Bagaimana teknik budidaya dan perawatan kacang panjang ?
3. Apa-apa saja khasiat yang terkandung dalam kacang panjang ?

Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian tanaman kacang panjang.
2. Untuk mengetahui teknik budidaya dan perawatan kacang panjang.
3. Untuk mengetahui khasiat yang terkandung dalam kacang panjang.


GAMBARAN UMUM TENTANG KACANG PANJANG

A. Pengertian Tanaman Kacang Panjang
Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Dalam bahasa latin ia dikenal dengan vigna sinensis. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut. Tanaman kacang panjang merupakan tanaman semak, menjalar, semusim dengan tinggi kurang lebih 2,5 m. Batang tanaman ini tegak, silindris, lunak, berwarna hijau dengan permukaan licin. Daunnya majemuk, lonjong, berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan berwarna hijau.

Bunga tanaman ini terdapat pada ketiak daun, majemuk, tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan, mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari bertangkai, panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning, putik bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna ungu. Buah tanaman ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan panjang 15-25 cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda. Akarnya tunggang berwarna coklat muda. [1]

B. Jenis-Jenis Kacang Panjang
Ada beberapa jenis kacang panjang yang umum, di antaranya adalah sebagai berikut :
1. Kacang panjang usus
Panjang batang kacang panjang usus seperti pada kacang panjang biasa, hanya polongnya sangat panjang hingga mencapai lebih dari 80 cm. Saat masih muda polong berwarna keputih-putihan, setelah tua menjadi putih kekuning-kuningan. Biji polongnya bulat panjang, kadang sedikit melengkung, agak pipih, dan warnanya putih atau blorok (putih bernoda merah). Besar bijinya antara (5-6) mm x (8-9) mm.

2. Kacang panjang busitao atau kacang panjang hibrida atau kacang panjang harapan
Kacang panjang busitao agak mirip kacang panjang biasa, hanya batangnya pendek dan biasanya sulurnya sedikit membelit. Kacang panjang busitao lebih pendek, yaitu antara 25-35 cm. Akan tetapi, rasa polong mudanya tidak kalah dengan kacang panjang. Meskipun kacang panjang busitao termasuk ke dalam golongan kacang panjang, tetapi tanaman ini tidak memerlukan lanjaran karena polongnya terkumpul di bawah.


3. Kacang panjang tolo (Vigna unguiculata)
Kacang panjang tolo atau kacang panjang tunggak atau dikenal dengan nama kacang panjang dadap. Berbatang tidak begitu panjang dan tidak membelit. Jika membelit, hanya ujung yang sangat pendek saja yang membelit. Oleh karena itu, tanaman ini tidak pernah diberi lanjaran. Kacang panjang tolo pendek, berkisar 10 cm, berwarna hijau, kaku, serta tidak mudah dipatahkan.

Kacang panjang tolo yang kering berwarna kuning, keras, dan mudah pecah. Daunnya pun kaku dan agak kasar. Biji kacang ini bulat panjang, agak pipih, dan ujungnya agak jorong. Bijinya berwarna kuning cokelat dan besarnya antara (4-6) mm x (7-8) mm.

4. Kacang panjang uci
Kacang panjang uci dikenal dengan nama kacang panjang endel. Kacang panjang uci sering disebut kacang beras karena digunakan sebagai campuran nasi atau lepet. Kacang ini sebetulnya tidak termasuk suku Vigna sp., tetapi termasuk jenis Phaseolus calcaratus Roxb. Kacang panjang uci ini bersifat setengah membelit, tetapi tidak pernah diberi lanjaran. Biji kacang ini kecil sekali, berbentuk bulat panjang, ada yang berwarna merah, hijau, dan hitam. Besar bijinya antara (1,5-2) mm x (5-6) mm. Daun kacang panjang ini agak kasar dan kaku seperti kacang dadap hingga tidak pernah disayur. [2]

C. Teknik Budidaya Tanaman Kacang Panjang
Adapun teknik yang dapat dilakukan untuk membudidayakan tanaman kacang panjang ini adalah sebagai berikut :
1. Persiapan Lahan
Sebelum ditanami, lahan dilakukan pembajakan dan digaru, untuk memperoleh struktur tanah yang gembur dan remah. Kemudian dibuat gundukan tanah dengan ukuran 1-1,2 m atau dibentuk guludan dengan jarak antar guludan 1 m.

2. Penanaman
Kebutuhan benih kacang panjang 21 - 23 kg/hektar, khusus untuk varietas KP-01 10,5 kg/hektar, karena jarak tanam KP-01 lebih besar dan berat bijinya lebih ringan. Sebelum penanaman dilakukan terlebih dahulu dibuatkan lubang tanam dengan cara ditugal dengan jarak dalam barisan 25 cm dan antar barisan 1 m. Perlubang tanam diisi 2 biji, hal ini dimaksudkan dalam satu lanjaran maksimal 4 tanaman. Setelah itu biji ditanam, ditutup dengan tanah/pupuk kandang yang sudah lembut/remah atau bisa juga dengan abu.

3. Pemeliharaan Tanaman.
a. Pemupukan.
 1) Pemupukan pertama ( I ) dilakukan umur ± 12 hari dengan dosis ZA = 50 kg/ha, SP-36 = 100 kg/ha, KCL = 50 kg/ha. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal, jaraknya 5 cm dari lubang tanam. Kemudian ditutup dengan tanah.
 2) Pemupukan kedua ( II ) dilakukan umur ± 28 hari dengan pupuk NPK = 200 kg/ha dengan jarak 10 cm dari lubang tanam.
 3) Pemupukan ketiga ( III ) dilakukan umur ± 40 hari juga dengan pupuk NPK = 200 kg/ha dengan jarak 10 cm dari lubang tanam.

b. Pemasangan Lanjaran.
Pemasangan lanjaran dilakukan 10-15 hari setelah tanam ( hst ), kira-kira tinggi tanaman 15-25 cm. Pemasangan lanjaran diantara 2 lubang tanam sehingga jarak antar lanjaran 50 cm. Setiap 5 lanjaran perlu ditambah lanjaran/diperkuat, dengan cara dipasang silang.

c. Pemasangan Tali.
Pemasangan tali dilakukan setelah pemasangan lanjaran selesai. Tali berguna membantu mengarahkan/merambatkan tanaman. Pemasangan tali ada dua tahap. Tahap I pada ketinggian ± 70 cm dari lanjaran. Tahap II pada ketinggian ± 150 cm dari lanjaran


d. Merambatkan 
Membantu merambatkan bertujuan untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman baik pucuk tanamn maupun cabang-cabang tanaman. Diharapkan tanaman merambat pada lanjaran dan tali yang telah dipasang, sehingga buah/polong tidak tergeletak di tanah.



e. Penyiangan 
Penyiangan dilakukan sebelum dilakukan pemupukan, atau dilakukan sewaktu-waktu saat gulma sudah mengganggu pertumbuhan tanaman.



f. Pengairan 
Pengairan diberikan sesuai kebutuhan, yang terpenting dijaga agar tanaman tidak kelebihan atau kekurangan air. Pengairan sebaiknya dilakukan setelah pemupukan dilakukan. Sedangkan pada musim hujan, pengairan cukup dari air hujan. [3]


D. Mengetahui Penyakit Pada Tanaman Kacang Panjang
Setelah mengetahui teknik dalam membudidaya kacang panjang, maka kita perlu juga mengetahui penyakit-penyakit yang menyerang tanaman kacang. Karena penyakit tersebut dapat menghilangkan kualitas dari kacang panjang tersebut. Berikut adalah beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang panjang dan cara pengendaliannya :

1. Ulat Bunga (Maruca testualis)

Gejala : Larva menyerang bunga yang terbuka dan menyerang polong. 
Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida dan rotasi tanaman jenis lain.


2. Lalat Kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala : Pertumbuhan tanaman terhambat, daun berwarna kekuningan, terdapat bintik-bintik putih disekitar tulang daun. Pangkal batang terjadi perakaran skunder dan membesar.
Pengendalian : Penyemprotan dengan menggunakan insektisida dan melakukan pergiliran tanaman jenis lain yang bukan dari famili kacang-kacangan.

3. Penyakit Antraknosa (Colletotricum Lindemuthianum)
Gejala serangan dapat terjadi pada saat awal perkecambahan, dengan ciri-ciri terdapat warna kecoklatan pada batang muda dan keping biji. Pada tanaman dewasa serangan mengakibatkan tanaman layu dan mati. Ciri-cirinya adalah pangkal batang membusuk hingga ke perakaran.
Pengendalian : Penyemprotan dengan fungisida pada tanaman dan pemberian fungisida secukupnya pada benih sebelum ditanam.

4. Kutu Daun (Aphis cracivora koch)
Penyerangan terjadi pada pucuk batang muda dan daun muda sehingga daun menjadi keriting. Kutu menghisap cairan sel tanaman yang menyebabkan pertumbuhan terhambat.
Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida

5. Penggerek Biji (Callosobruchus maculatus L)
Penggerek biji menyerang biji tanaman dengan ciri biji berlubang dan rusak sehingga biji tidak dapat tumbuh.
Pengendalian : Pemberian insektisida pada benih sebelum ditanam

6. Ulat Grayak (Spodoptera litura F)
Serangan terjadi pada seluruh bagian tanaman,batang, daun, bunga dan buah. Gejala yang terjadi daun berlubang, bunga rontok, batang muda rusak, buah dan polong berlubang. Serangan terberat biasanya terjadi pada musim kemarau.
Pengendalian : Penyemprotan dengan insektisida

7. Penyakit Sapu (Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus)

Virus ini ditularkan oleh kutu daun, gejalanya ruas batang sangat pendek, tunas ketiak memendek sehingga tanaman kerdil karena pertumbuhan terhambat. 
Pengendalian : Pengendalian virus ini adalah dengan cara mengendalikan vektornya, yaitu kutu daun dengan melakukan penyemprotan insektisida.


8. Penyakit Mozaik (Cowpea Aphid Borne Virus)
Pada daun muda terdapat corak seperti mosaik dengan warna hitam atau kecoklatan tidak beraturan. Virus ini ditularkan oleh kutu daun.
Pencegahan dengan memilih benih yang tahan terhadap virus dan pengendalian dengan penyemprotan insektisida.

9. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum)
Serangan penyakit ini terjadi pada tanaman muda dan dewasa. Gejalanya tanaman tiba-tiba layu dan mati. Ciri-cirinya adalah pangkal batang membusuk dan berwarna kecoklatan.
Pengendalian dengan penyemprotan Fungisida dan mencabut serta membuang jauh tanaman yang terserang. [4]


KHASIAT KACANG PANJANG BAGI MANUSIA DALAM ILMU KESEHATAN

A. Kandungan Nutrisi dalam Kacang Panjang
Kacang Panjang adalah sumber protein yang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium, dan mangan. Nilai gizi kacang panjang (mentah) per 100 g (3.5 oz) adalah sebagai berikut :
- Energi 196 kJ (47 kcal)
- Karbohidrat 8 g
- Diet serat 3,6 g
- Lemak 50 g
- Protein 200 g

Dalam ukuran porsi 100 gram kacang terdapat 47 kalori, 50 gram lemak total, kolesterol 0 mg, natrium 4 mg (0% nilai harian), 8 gram karbohidrat total (2% nilai harian), dan 3 gram protein (nilai harian 5%). Ada juga 17% DV vitamin A, 2% DV besi, 31% DV vitamin A, dan 5% DV kalsium. (Persen nilai harian berdasarkan diet 20000 kalori nilai harian individu bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori masing-masing).

Kacang panjang adalah sayuran yang kaya serat. Dalam tiap 100 gram kacang panjang rebus, terdapat kandungan serat mencapai 4 gram atau memenuhi 15% kebutuhan serat harian kita. Serat dalam kacang panjang tersedia dalam bentuk pektin, yang merupakan serat larut, sehingga sangat baik untuk membantu menjaga kadar gula darah dalam level normal, juga untuk metabolisme lemak yang normal.

Kacang panjang juga kaya akan berbagai mineral, antara lain :
1. Kalsium
Tiap 100 gram kacang panjang rebus mengandung 42 mg kalsium (4% kebutuhan). Kalsium adalah mineral penting bagi pembentukan tulang dan gigi yang sehat dan kuat, juga untuk fungsi saraf dan otot yang optimal.

2. Zat Besi
Tiap 100 gram kacang panjang rebus mengandung 2,6 mg zat besi (15% kebutuhan). Zat besi adalah komponen penting bagi pembentukan enzim untuk berbagai reaksi kimia dalam tubuh, serta pembentukan komponen utama dari sel darah merah dan sel-sel otot.

3. Magnesium
Tiap 100 gram kacang panjang rebus mengandung 98 mg magnesium (25% kebutuhan), di mana mineral ini sangat penting bagi kesehatan tulang dan gigi, fungsi saraf dan otot, serta aktivitas enzim dalam tubuh.

4. Mangan
Tiap 100 gram kacang panjang rebus juga mengandung 0,5 mg mangan (24% kebutuhan). Mangan penting bagi aktivitas enzim, serta untuk metabolisme karbohidrat dan kesehatan sendi.

5. Fosfor
Tiap 100 gram kacang panjang rebus mengandung 181 mg fosfor (18% kebutuhan), yang juga penting untuk produksi energi, serta pembentukan tulang dan gigi.

6. Tembaga
Tiap 100 gram kacang panjang rebus mengandung 0,2 mg tembaga (11% kebutuhan). Tembaga penting bagi kesehatan kulit, juga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres dan penyakit.

7. Kalium
Tiap 100 gram kacang panjang rebus mengandung 315 mg potassium (9% kebutuhan), yang penting bagi fungsi saraf dan otot kita.

8. Zinc
Tiap 100 gram kacang panjang rebus mengandung 1,1 mg zinc atau seng (7% kebutuhan). Zinc merupakan komponen enzim yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan tulang.

9. Selenium
Tiap 100 gram kacang panjang rebus mengandung 2,8 mcg selenium (4% kebutuhan), di mana selenium adalah mineral penting untuk sintesa enzim, juga berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh kita. [5]

B. Khasiat Kacang Panjang Bagi Manusia
Proses untuk mendapatkan manfaat dari kacang panjang ini tidaklah sulit. Kita bisa mendapatkannya di pasar ataupun langsung pergi ke kebunnya. Pastinya di sini, penulis mendapatkan 6 khasiat penting dari kacang panjang bagi manusia. Yaitu sebagai berikut :

1. Menjaga dan meningkatkan stamina tubuh
Vitamin B yang ada pada kacang panjang ini berperan penting sebagai sumber energi bagi tubuh. Terlebih setelah melakukan berbagai aktifitas dan sumber energi berkurang, mengkonsumsi menu ini bisa mengembalikan stamina lagi. Vitamin B tersebut mampu meningkatkan serta menjaga stamina di dalam tubuh sehingga menjadikan kondisi yang fit.

2. Sebagai sumber protein
Protein ialah salah satu senyawa yang penting bagi tubuh dan di dalam kacang panjang ini memilikinya. Kita bisa mendapatkan asupan protein yang cukup hanya dengan mengonsumsinya sebagai satu atau lauk pauk yang enak.

3. Menjaga kesehatan tulang
Seiring bertambahnya usia akan ada perubahan kondisi dari tulang menjadi rapuh. Pada keadaan tulang yang terus berkurang ini menjadikan gerak tubuh tidak lagi maksimal seperti sebelumnya. Namun, hanya dengan kacang panjang ini akan memberikan asupan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan tulang tersebut. Karena kandungan magnesium dan kalsium pada kacang ini mampu mencukupi segala kebutuhan bagi tulang. Dengan begitu, tulang senantiasa sehat dan fit.

4. Menjaga kesehatan persendian
Di dalam tubuh setiap manusia terdapat persendian yang terus bekerja sesuai fungsinya. Namun, adakalanya kondisi sendi itu bisa menurun dan tidak sehat, pada keadaan inilah timbul beberapa rasa sakit yang tak nyaman. Masalah ini bisa diatasi oleh kacang panjang yang mengandung mangan, dimana unsur tersebut sangat baik bagi persendian. Memenuhi kebutuhan mangan di dalam tubuh sama dengan menjaga kesehatan persendian.

5. Mencegah resiko diabetes
Kandungan serat dalam jumlah yang tinggi pada kacang panjang ini sangat bagus untuk pencegahan dari kadar gula dalam darah yang terus meningkat. Dimana serat itu mampu mencegah adanya peningkatan kadar gula agar senantiasa dalam keadaan normal atau seimbang.

4. Sebagai zat antibodi
Kacang memiliki kandungan yang bernama tembaga, unsur satu ini berperan penting sebagai antibodi di dalam tubuh. Bahwasannya, tubuh memerlukan zat antibodi agar senantiasa tetap fit dan memperkuat sistem kerja pada tubuh.

5. Membantu proses pembentukan sel darah merah
Kandungan zinc yang ada pada kacang ini sangat baik dan dapat membantu proses pembentukan sel darah merah. Di mana proses tersebut bisa lebih lancar dan juga lebih terjaga dengan baik. Bahwasannya, pada sel darah merah ini memiliki peran baik bagi tubuh, agar fungsi tersebut senantiasa terjaga, diperlukan kandungan yang disebut dengan zinc. Unsur ini bisa dipenuhi dari kacang panjang.

6. Membantu proses pembentukan enzim
Zat besi yang dimiliki oleh kacang panjang ini memberikan peran sebagai pembantu dalam pembentukan enzim dengan reaksi kimia. Di mana enzim-enzim ini akan membutuhkan unsur lain agar fungsinya bisa lebih maksimal dalam menjaga tubuh untuk tetap memiliki sistem yang seimbang.

C. Teknik Memasak Kacang Panjang Untuk Menjaga Manfaatnya
Sayuran merupakan salah satu asupan makanan yang sangat baik. Ada sayuran yang harus bisa dimakan langsung, ada pula sayuran yang dimasak terlebih dahulu, baru ia akan enak untuk dimakan. Salah satunya adalah kacang panjang. Kacang panjang adalah salah satu sayuran yang akan terasa nikmatnya setelah dimasak. Namun, ada beberapa cara memasak kacang panjang sehingga kandungan tidak hilang. Sebagaimana penulis kutip pada buku karya Aulia Rahma, teknik memasak tersebut yaitu :

1. Cuci Bersih Sayuran
Yang pasti, terlebih dahulu kita harus mencuci sayuran yang digunakan. Adapun mencuci sayuran kacang panjang ini alangkah baiknya dengan menggunakan air yang mengalir dan menghilangkan kotaran yang menempel pada kacang panjang.

2. Taburi Garam Dan Merica
Bila kita ingin mengukus kacang panjang tanpa bumbu, tetap berikan garam dan pepper agar sayuran tak terasa hambar. Dalam mengukusnya tidak perlu waktu yang lama, cukup hanya sekitar 5-10 menit saja.

3. Menumis
Bila kita hendak menumis kacang panjang, kita harus memastikan untuk menumisnya selama 3-4 menit, kemudian tutup sebentar sekitar 2 menit. Cara ini bisa membuat bumbu meresap, dan sayuran matang, namun tak terlalu layu. Rasanya masih renyah dan segar.

4. Merebus
Kacang panjang dimasukkan bukan pada air yang masih dingin, namun ketika air sudah cukup panas dan mendidih. Kemudian, waktu yang dibutuhkan untuk merebus kacang panjang adalah yang sesingkat mungkin. Cukup hanya sekedar 2-3 menit saja dengan disertai dengan bumbu racikan sesuai dengan selera. [6]

Dengan demikian, kacang panjang yang akan kita konsumsi tidak akan memberikan efek berbahaya bagi tubuh manusia, jika diolah dengan benar dan sesuai dengan aturan.

D. Efek Samping dari Mengonsumsi Kacang Panjang
Walaupun kita ketahui bahwa kacang panjang merupakan salah satu sayuran yang begitu banyak manfaatnya. Namun, ia tetap mempunyai efek samping. Adapun efek tersebut yaitu sebagai berikut :

1. Menghalangi penyerapan zat besi dan kalsium.
Kacang panjang mengandung zat anti bergizi bernama phytic acid. Senyawa asam ini bermanfaat dalam menghalangi tubuh menyerap zat besi dan kalsium. Jika tidak terlalu banyak mengkonsumsi, efeknya tidak terlalu merugikan tubuh. Namun, dalam jumlah yang banyak akan mengganggu fungsi tubuh.

Phytic acid lebih banyak ditemukan pada kacang yang telah tua, yaitu di selaput luar dari biji. Bagi orang yang mengalami defisiensi kalsium dan zat besi, sebaiknya untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi kacang panjang khususnya yang telah tua.

2. Meningkatkan kadar asam urat.
Kacang panjang juga mengandung purin yang cukup tinggi. Karena itu, bagi orang yang mempunyai penyakit asam urat (gout), sebaiknya tidak terlalu berlebihan mengonsumsi kacang panjang karena memiliki efek yang lebih parah terhadap penyakit asam urat tersebut. [7]



PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah panjang lebar membahas tentang kacang panjang, kesimpulan yag dapat dipetik adalah sebagai berikut :

1. Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Dalam bahasa latin ia dikenal dengan vigna sinensis. Ia tumbuh dengan cara memanjat atau melilit.

2. Begitu banyak manfaat yang terdapat pada kacang panjang seperti menjaga dan meningkatkan stamina tubuh, sebagai sumber protein, menjaga kesehatan tulang, menjaga kesehatan persendian, mencegah resiko diabetes, sebagai zat antibodi, membantu proses pembentukan sel darah merah, dan membantu proses pembentukan enzim

3. Efek samping dari kacang panjang adalah menghalangi penyerapan zat besi dan kalsium dan meningkatkan kadar asam urat.

4. Kacang panjang harus dimasak dan diolah dengan baik dan benar supaya kandungan nutrisinya tidak hilang dan berubah menjadi penyakit.

B. Saran
Dalam penulisan makalah ini, tentulah terdapat berbagai kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu penulis, mengharapkan kritik dan saran supaya makalah ini lebih baik ke depan. Dan penulis juga mengharapkan kepada pembaca untuk tidak hanya terfokus pada makalah yang telah penulis susun ini, khususnya tentang manfaat kacang panjang. Hendaklah untuk mencari sumber lain supaya pengetahuan kita terus bertambah.


[1] Hutapea, Agro Teknologi Tumbuhan Melilit, (Jakarta : Ghalia Indonesia, 1994), hal. 21
[2] Amir Faisal, Pertanian Kacang-Kacangan, (Bandung : Alfabeta, 2010), hal. 18
[3] Sumay Pandji, Teknik Budidaya Kacang-Kacangan, (Surabaya : Pustaka Progresif, 2006), hal. 19
[4] Hutapea, op.cit., hal. 28
[5] Siti Laila, Nutrisi Luar Biasa Sayuran, (Jakarta : Djambatan, 2005), hal. 48
[6] Aulia Rahma, Menjadi Koki Sehat, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2007), hal. 33
[7] Siti Laila, op.cit., hal. 50

No comments